Rabu, 04 Maret 2015

Hubungan sejarah, arkeologi dan arsitektural.

          Sejarah, arkeologi dan arsitek apa hubungannya?, mungkin inilah pertanyaan sebagian besar masyarakat awam tentang ketiga bidang studi yang berbeda tersebut. Berawal dari pertanyaan tersebut muncul juga pernyataan tentang sejarah tidak ada hubunganya dengan arsitek, arsitek tidak berhubungan dengan arkeologi dan sebaliknya, tetapi sebenarnya sejarah itu sendiri memainkan peran cukup besar pada bidang arkeologi sebagai penolong para arkeolog dalam menentukan umur benda peninggalan yang ditemukan, begitu juga antara sejarah dan arsitek seperti kita ketahui masyarakat yang menekuni dunia arsitek juga mempelajari sejarah sebagai pijakan dalam penentuan konsep tata ruang dan sebagainya, sedangkan bidang sejarah sendiri digunakan untuk menarik benang merah dari bangunan yang sedang dikaji kepurbakalaannya. Pada dasarnya sejarah sangat berhubungan dengan ketiga aspek ilmu tersebut. 
          Mencuplik ucapan dari dosen sejarah, FIB UNS yakni Suharyana, bahwa "Sejarah sangat berhubungan dengan seni arsitektur", Dengan demikian masyarakat yang menekuni sejarah sendiri tidak terkonsentrasi pada perjalanan perjuangan saja melainkan sejarah arsitektural juga menjadi basis pembelajaranya.

Dibawah adalah contoh gambaran hubungan antara sejarah, arkeologi dan arsitektur :

Sumber :Wikipedia

Penemuan arkeologis sebesar apapun kalau tidak diketahui sejarahnya ya sama saja.

Sumber : Google

Siapa yang tidak kenal gedung kepresidenan, ya kantor presiden RI. Tetapi dibalik itu kita mencoba memfokuskan terhadap pilar-pilar dan seni arsitekturalnya yang diadopsi dari "Parthenon" yang ada di Yunani, meskipun tidak setinggi disana yakni 19 meter.

          Sehingga dinyatakanlah sejarah merupakan ilmu bantu dalam segala bidang ilmu pengetahuan, nah, akhir kata jangan mensalah tafsirkan kalau sejarah itu tidak ada hubungannya dengan arkeologi dan arsitektural bahkan ilmu pengetahuan lainya.